Dunia konstruksi pada masa yang saya jalani sudah mengenal teknologi komputer sebagai sarana pembantu jalannya pekerjaan. Salah satu yang tersentuh adalah dalam mengolah gambar kerja. Seperti yang telah saya ulas sebelumnya gambar kerja adalah dasar dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan, sehingga kecepatan dan ketepatan gambar kerja menjadi kuncinya.
Namun, gaya bekerja dalam menggambar belum berubah (setidaknya dari beberapa pekerjaan yang saya ikuti). Kebiasaan dalam menggambar di atas kertas diterjemahkan langsung ke dalam software. Padahal perkembangan komputer sudah sangat maju, sehingga media komputer bukan lagi sebagai pengganti namun juga dapat digunakan sebagai media pengatur (manage).
Beberapa kasus yang sering terjadi adalah :
1. Menggambar dalam bidang gambar model, sehingga mulai dari gambar yang berskala kecil hingga besar ada di sana. Lengkap dengan anotasi, dimensi dan notasi lainnya. Sebuah gambar denah di buat dalam media tersebut, kemudian detil yang dikembangkan dari denah tersebut ditarik (dicrop) dari denah dan diperbesar skalanya kemudian dijadikan gambar detil. Lengkap dengan anotasi, notasi dan dimensinya.
2. Metode untuk mencetak yang dilakukan oleh metode 1 (satu) di atas adalah dengan menandakan area yang akan diprint, satu demi satu.
3. Skala di atur langsung dari dalam model
4. Setting cetak di atur kemudian, per satu kali cetakan.
Permasalahan yang seringkali terjadi adalah :
Ketika mencetak untuk skala yang lebih kecil atau besar, huruf harus disetting ulang, dan berulang
Ketika ada editing yang berkaitan mulai dari gambar lay out hingga ke detil, maka gambar yang harus diubah lebih banyak, seperti halnya menggambal di atas kertas
Mencetak beberapa gambar harus berulang-ulang, setting perlu di perhatikan kembali setiap kali harus mencetak.
Untuk menghindari hal tersebut, saya beserta tim melakukan hal sebagai berikut :
1. Sebagai dasar gambar kami tetap menggambar di dalam model. Namun untuk kepentingan pencetakan kami menggunakan lay out, yang sudah kami setting sebelumnya.
2. Gambar detil kami lakukan langsung pada gambar lay out, denah atau gambar skala besar yang dijadikan acuan. Sehingga perubahan hanya dilakukan pada satu atau dua gambar saja.
3. Dimensi, anotasi, dan notasi dilakukan di lay out.
Keuntungan yang kami dapat saat itu adalah kecepatan menggambar kami meningkat dengan mutu gambar yang lebih baik. Ketidaksesuaian gambar bisa kami kurangi, dan pencetakan dilakukan lebih cepat. Selain itu secara tidak langsung kami mencoba untuk memanage file gambar kami.
keramik cair jakarta, keramik cair 3d, keramik cair palembang, keramik cair surabaya, keramik cair harga, keramik cair malang, cairan keramik, bahan keramik cair, jual keramik cair, lantai keramik cair, keramik cair, keramik cair untuk lantai, keramik cair 3 dimensi, keramik cair.com, gambar keramik cair, harga keramik cair 3d, cara membuat keramik cair, keramik tempat sabun cairepoxy cat, epoxy lantai, cat epoxy, harga cat epoxy, cat lantai, cat lantai epoxy, harga cat epoxy lantai
Tampilkan postingan dengan label Gambar Konstruksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gambar Konstruksi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 25 Desember 2009
Kamis, 29 Januari 2009
Gambar-Gambar Konstruksi
Sebelum masa pembangunan, sebuah bangunan gedung akan melalui tahap perencanaan. Sebagai alat komunikasinya digunakanlah gambar-gambar yang memberikan ilustrasi tentang gedung tersebut nantinya. Selain untuk menampilkan wujud fisik bangunannya, gambar-gambar ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan struktur bangunan dan sistem utilitas di dalamnya sehingga selain bangunan tersebut terlihat indah, juga aman dan nyaman untuk ditempati.
Semakin rumit wujud dan fungsi bangunan, maka akan semakin banyak gambar yang dibutuhkan sehingga memudahkan dalam pelaksanaan konstruksi nantinya.
Selama proses perencanaan hingga selesainya pekerjaan, dikenal beberapa jenis gambar, yaitu :
1. Gambar PERENCANAAN
Adalah gambar yang dihasilkan dari pemikiran dari para perencana seperti arsitek, engineer struktur, mekanikal dan elektrikal. Gambar perencanaan merupakan imajinasi dari para perencana yang digunakan sebagai alat komunikasi dengan pemilik pekerjaan sehingga pemilik pekerjaan dapat mengetahui sejauh mana bangunan yang direncanakan tersebut memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Karena itu gambar perencanaan akan mengalami banyak perubahan hingga pada tahap yang sudah disepakati bersama atau bahkan hingga pemilik menemukan keinginannya. Gambar perencanaan belum memiliki detil yang cukup hingga layak untuk dijadikan acuan dalam proses pembangunan.
2. Gambar TENDER
Gambar tender adalah gambar yang digunakan sebagai acuan dalam perhitungan volume pekerjaan dalam proses pemilihan kontraktor. Gambar ini sudah lebih detil dari gambar perencanaan. Ukuran-ukuran penting sudah tertera dengan jelas, gambar-gambar pelengkap sudah tersedia, acuan-acuan untuk pembangunan juga sudah diberikan. Tujuannya adalah menunjang perhitungan yang cermat sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Gambar ini mengikat terhadap penawaran yang sudah diberikan dan menjadi acuan terhadap klaim dalam tahap selanjutnya.
3. Gambar KONSTRUKSI
Tahap selanjutnya setelah pemilihan kontraktor adalah memulai pembangunan (konstruksi). Untuk itu gambar ini diluncurkan, yang isinya adalah penyempurnaan dari gambar tender. Penyempurnaan ini terjadi karena pada masa tender adakalanya antara uraian pekerjaan, spesifikasi teknis dan gambar terdapat perbedaan. Setelah disepakati pada saat tender (terangkum dalam berita acara rapat klarifikasi) maka perubahan yang terjadi dituangkan dalam gambar konstruksi ini. Gambar ini kemudian menjadi acuan bagi kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan dan menjadi dasar juga untuk pelaksanaan yang dilimpahkan pada pihak ketiga.
4. Gambar KERJA (Shop Drawing)
Agar hasil pembangunan nantinya tidak berbeda dari yang sudah direncanakan maka pihak kontraktor membuat gambar ini yang isinya sudah jauh lebih detil dari jenis gambar sebelumnya (gambar konstruksi). Ukuran-ukuran sudah diberikan hingga detil, memperjelas hasil yang diinginkan. Detil material yang akan digunakan sudah dicantumkan (sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan). Acuan-acuan pekerjaan juga sudah dicantumnya. Intinya gambar ini dibuat sejelas mungkin sehingga pelaksana pekerjaan (mandor, tukang) dan pengawas (pelaksana, quality control) mengerti hasil yang diinginkan dan tidak mebuat perubahan dari gambar konstruksi sudah diberikan di tahap sebelumnya. Gambar kerja ini sebelum digunakan di lapangan harus mendapatkan persetujuan dari perwakilan dari pemilik pekerjaan di lapangan (direksi pengawas) dengan acuan adalah gambar konstruksi. Jika ternyata ada perbedaan yang harus dilakukan di lapangan maka direksi pengawas harus membubuhkan penyataan perubahan dan diberi tandatangan di atas gambar yang dimaksud. Catatan-catatan dan dokumentasi lainnya akan menjadi acuan dalam pembuatan As Built Drawing nantinya.
5. Gambar JADI (As Built Drawing)
Adalah gambar final dari bangunan gedung yang sudah selesai dilaksanakan. Gambar ini dibuat oleh kontraktor sebagai pertanggungjawaban atas pekerjaan yang sudah dilakukan dan akan digunakan oleh pemilik bangunan sebagai acuan dalam melakukan perawatan nantinya. Gambar ini memuat informasi dalam gambar kerja ditambah catatan-catatan perubahan di lapangan.
Bisa terjadi beberapa jenis gambar di atas dihilangkan dengan alasan untuk menghemat waktu dan biaya, tergantung pada perjanjian yang dilakukan antara pemilik pekerjaan dengan kontraktor, misalnya pada jenis pekerjaan design and built. Penggunaan gambar-gambar ini dimaksudkan agar hasil pelaksanaan sesuai dengan keinginan pemilik dan dengan biaya dan waktu yang sudah diperkirakan sebelumnya.
*Adalah hasil pengamatan dan pengalaman pada beberapa proyek. Istilah-istilah diambil dari komunikasi yang terjadi di lapangan.
Semakin rumit wujud dan fungsi bangunan, maka akan semakin banyak gambar yang dibutuhkan sehingga memudahkan dalam pelaksanaan konstruksi nantinya.
Selama proses perencanaan hingga selesainya pekerjaan, dikenal beberapa jenis gambar, yaitu :
1. Gambar PERENCANAAN
Adalah gambar yang dihasilkan dari pemikiran dari para perencana seperti arsitek, engineer struktur, mekanikal dan elektrikal. Gambar perencanaan merupakan imajinasi dari para perencana yang digunakan sebagai alat komunikasi dengan pemilik pekerjaan sehingga pemilik pekerjaan dapat mengetahui sejauh mana bangunan yang direncanakan tersebut memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Karena itu gambar perencanaan akan mengalami banyak perubahan hingga pada tahap yang sudah disepakati bersama atau bahkan hingga pemilik menemukan keinginannya. Gambar perencanaan belum memiliki detil yang cukup hingga layak untuk dijadikan acuan dalam proses pembangunan.
2. Gambar TENDER
Gambar tender adalah gambar yang digunakan sebagai acuan dalam perhitungan volume pekerjaan dalam proses pemilihan kontraktor. Gambar ini sudah lebih detil dari gambar perencanaan. Ukuran-ukuran penting sudah tertera dengan jelas, gambar-gambar pelengkap sudah tersedia, acuan-acuan untuk pembangunan juga sudah diberikan. Tujuannya adalah menunjang perhitungan yang cermat sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Gambar ini mengikat terhadap penawaran yang sudah diberikan dan menjadi acuan terhadap klaim dalam tahap selanjutnya.
3. Gambar KONSTRUKSI
Tahap selanjutnya setelah pemilihan kontraktor adalah memulai pembangunan (konstruksi). Untuk itu gambar ini diluncurkan, yang isinya adalah penyempurnaan dari gambar tender. Penyempurnaan ini terjadi karena pada masa tender adakalanya antara uraian pekerjaan, spesifikasi teknis dan gambar terdapat perbedaan. Setelah disepakati pada saat tender (terangkum dalam berita acara rapat klarifikasi) maka perubahan yang terjadi dituangkan dalam gambar konstruksi ini. Gambar ini kemudian menjadi acuan bagi kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan dan menjadi dasar juga untuk pelaksanaan yang dilimpahkan pada pihak ketiga.
4. Gambar KERJA (Shop Drawing)
Agar hasil pembangunan nantinya tidak berbeda dari yang sudah direncanakan maka pihak kontraktor membuat gambar ini yang isinya sudah jauh lebih detil dari jenis gambar sebelumnya (gambar konstruksi). Ukuran-ukuran sudah diberikan hingga detil, memperjelas hasil yang diinginkan. Detil material yang akan digunakan sudah dicantumkan (sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan). Acuan-acuan pekerjaan juga sudah dicantumnya. Intinya gambar ini dibuat sejelas mungkin sehingga pelaksana pekerjaan (mandor, tukang) dan pengawas (pelaksana, quality control) mengerti hasil yang diinginkan dan tidak mebuat perubahan dari gambar konstruksi sudah diberikan di tahap sebelumnya. Gambar kerja ini sebelum digunakan di lapangan harus mendapatkan persetujuan dari perwakilan dari pemilik pekerjaan di lapangan (direksi pengawas) dengan acuan adalah gambar konstruksi. Jika ternyata ada perbedaan yang harus dilakukan di lapangan maka direksi pengawas harus membubuhkan penyataan perubahan dan diberi tandatangan di atas gambar yang dimaksud. Catatan-catatan dan dokumentasi lainnya akan menjadi acuan dalam pembuatan As Built Drawing nantinya.
5. Gambar JADI (As Built Drawing)
Adalah gambar final dari bangunan gedung yang sudah selesai dilaksanakan. Gambar ini dibuat oleh kontraktor sebagai pertanggungjawaban atas pekerjaan yang sudah dilakukan dan akan digunakan oleh pemilik bangunan sebagai acuan dalam melakukan perawatan nantinya. Gambar ini memuat informasi dalam gambar kerja ditambah catatan-catatan perubahan di lapangan.
Bisa terjadi beberapa jenis gambar di atas dihilangkan dengan alasan untuk menghemat waktu dan biaya, tergantung pada perjanjian yang dilakukan antara pemilik pekerjaan dengan kontraktor, misalnya pada jenis pekerjaan design and built. Penggunaan gambar-gambar ini dimaksudkan agar hasil pelaksanaan sesuai dengan keinginan pemilik dan dengan biaya dan waktu yang sudah diperkirakan sebelumnya.
*Adalah hasil pengamatan dan pengalaman pada beberapa proyek. Istilah-istilah diambil dari komunikasi yang terjadi di lapangan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Jual kermaik cair dan Jasa pasang keramik cair di kota Pekanbaru
Butuh keramik cair atau jasa pasang keramik cair di Pekanbaru? Hub. Ashari WA 0812 1728 1945. HARGA EKONOMIS dan BERKUALITAS Butuh kera...
-
Butuh keramik cair atau jasa pasang keramik cair di Medan? Hub. Ashari WA 0812 1728 1945. HARGA EKONOMIS dan BERKUALITAS Butuh keramik mu...
-
Butuh keramik cair atau jasa pasang keramik cair di Pekanbaru? Hub. Ashari WA 0812 1728 1945. HARGA EKONOMIS dan BERKUALITAS Butuh kera...
-
Butuh keramik cair atau jasa pasang keramik cair di Padang? Hub. Ashari WA 08120172801945. HARGA EKONOMIS dan BERKUALITAS Butuh keramik m...